Perkembangan Teknologi dalam Intaian Problem Sosial

Permasalahan pengangguran menjadi salah satu masalah sosial yang selalu muncul hingga saat ini. Perkembangan teknologi yang makin maju justru menjadi salah satu kekhawatiran akan meningkatnya jumlah pengangguran.
Teknologi seperti robot atau kecerdasan buatan bisa bekerja dengan akurasi tinggi, tanpa henti, tanpa kenal lelah, tidak pernah mengeluh dan menuntut gaji. Ini tentu akan membuat pekerja manusia semakin lama akan semakin terpinggirkan

Salah satu dampak yang sudah semakin terlihat adalah bagaimana pekerjaan-pekerjaan teknis, misalnya di lini produksi pabrik, telah digantikan oleh mesin. Dulu, orang masih bekerja membungkus suatu produk, lalu muncul alat otomatis yang secara cepat dan akurat mengerjakan hal yang sama, dengan hasil yang lebih baik dan lebih murah. Dan pola ini akan berkembang ke berbagai bidang. Otomatisasi akan diterapkan dalam berbagai ranah, cepat atau lambat.

Lebih dari itu, perkembangan teknologi juga semakin maju dengan munculnya kecerdasan buatan atau AI. Jika mesin-mesin mekanis akan berpotensi menggeser bidang-bidang pekerjaan fisik, atau pekerjaan otot, makan AI akan menggeser pekerjaan-pekerjaan otak. AI akan mampu membaca dan menganalisis data dengan sagat cepat dan mampu mengambil kesimpulan dan langkah-langkah yang lebih jitu daripada manusia. Ambil contoh yang cukup fenomenal bagaiana mesin AI mengalahkan pecatur dunia, Kasparov, dan pemain Go, Lee Sedol. Bahkan dalam hal ini, kemampuan manusia terhebat di bidangnya-pun sudah terlampaui oleh kecerdasan mesin. Mesin-mesin ini bahkan mampu belajar secara mandiri sehingga semakin lama akan jauh semakin pintar.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, jika mesin sudah sedemikian pintar dan akan semakin pintar dengan biaya produksi yang semakin murah, lalu bagaimana nasib pekerja manusia nantinya. Jika mesin sudah cukup murah, pemilik modal tentunya akan memilih mesin daripada pekerja manusia, lalu pekerja-pekerja akan tergeser, kalah bersaing dengan mesin. Pengangguran akan meningkat dan akan memicu persoalan sosial lanjutan.

Fenomena ini tentu perlu menjadi perhatian penting. Bagi yang skeptik tentu akan berpendapat bahwa tatanan kehidupan sosial bisa goyah dan terancam. Bagi yang optimistik akan melihat peluang-peluang baru.