Kebiasaan Ini yang Merusak Otak Anda (Dr. Daniel Amen)

Otak adalah organ vital yang memengaruhi seluruh aspek kehidupan, sehingga penting untuk menghindari kebiasaan-kebiasaan buruk yang dapat merusak fungsi kognitif, memori, dan kesehatan mental. Dalam bukunya, Kebiasaan Ini Merusak Otak Anda, Dr. Daniel Amen mengungkapkan berbagai kebiasaan sehari-hari yang berdampak negatif pada kesehatan otak, seperti kurang tidur, pola makan tidak sehat, stres berlebihan, kurangnya aktivitas fisik, dan kebiasaan multitasking. Dr. Amen menekankan pentingnya menjaga otak dengan menerapkan gaya hidup sehat, seperti tidur cukup, mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara teratur, serta melatih mindfulness, untuk memastikan fungsi otak tetap optimal dan mendukung kualitas hidup yang lebih baik.

Dr. Daniel Amen juga memaparkan berbagai kebiasaan dan prinsip yang dapat membantu menjaga dan meningkatkan kesehatan otak. Pertama, ia menekankan pentingnya peduli pada kesehatan otak. Menurutnya, banyak orang lebih fokus pada penampilan fisik daripada kesehatan otak, padahal otak adalah organ vital yang memengaruhi seluruh aspek kehidupan. Kedua, jangan biarkan pikiran negatif mengendalikan Anda. Dr. Amen menyarankan untuk selalu memeriksa validitas pikiran Anda—apakah pikiran tersebut benar atau hanya hasil dari prasangka atau kecemasan berlebihan?

Selain itu, Dr. Amen mengingatkan untuk menghindari kecanduan media sosial dan siklus kecanduan dopamin yang dapat merusak fokus dan keseimbangan mental. Ia juga menyarankan untuk tidak membandingkan diri dengan orang lain, karena hal ini sering kali menimbulkan ketidakbahagiaan. Sebaliknya, fokuslah pada perkembangan diri sendiri. Jangan menunda kebahagiaan hingga mencapai tujuan tertentu; nikmati hidup di masa sekarang dan hargai setiap momen.

Dr. Amen juga menekankan pentingnya keseimbangan dalam hidup, khususnya dalam empat aspek utama: kesehatan, spiritualitas (tujuan/makna hidup), pekerjaan, dan hubungan. Dengan menjaga keseimbangan ini, Anda dapat menghindari kejenuhan dan stres berlebihan. Meskipun kecemasan sering dianggap negatif, Dr. Amen menjelaskan bahwa sedikit kecemasan diperlukan untuk menghindari perilaku yang merugikan, asalkan tidak berlebihan.

Berdasarkan penelitian Stanford, Dr. Amen menyoroti bahwa orang yang hidup paling lama cenderung adalah mereka yang rajin dan disiplin, seperti datang tepat waktu dan bertanggung jawab terhadap tugas. Namun, studi yang sama menunjukkan bahwa orang yang hidup paling lama bukanlah mereka yang selalu bahagia atau yang mengabaikan masalah dengan sikap “jangan khawatir, bahagialah”. Artinya, keseimbangan antara disiplin dan kebahagiaan adalah kunci.

Dr. Amen juga mengkritik konsep “segala sesuatu dalam moderasi”, karena hal ini sering dijadikan pembenaran untuk melakukan hal-hal yang tidak sehat, seperti mengonsumsi makanan tidak bergizi, alkohol, kurang olahraga, atau kurang tidur. Menurutnya, mengapa seseorang harus sengaja melakukan hal-hal buruk, meskipun dalam porsi moderat? Ia menegaskan bahwa kelebihan berat badan dapat berdampak buruk pada kesehatan otak, sementara alkohol dan obat-obatan adalah racun yang merusak fungsi otak.

Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, Dr. Amen percaya bahwa kita dapat menjaga kesehatan otak, meningkatkan kualitas hidup, dan mencapai keseimbangan yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.